Security Meeting with KBP Town Management

A coordination meeting between KBP Town Management Security Team and the KBP area schools, including CBCS was conducted yesterday morning. KBP is closely monitoring the situation, has created a WA group to filter false news from verified news, and believes it is safe for us to continue onsite learning. KBP is ready to provide any security back up as needed, with the Army Military base (Pusdikav) on standby for any emergency that could occur.
Not only that, but also the KBB’s regent (Bupati) has also been coordinating with 36 NGOs (out of 48), online motorcycle taxi drivers (ojol), and university students around KBB while the town management has coordinated with the Indonesian National Armed Forces (TNI) and the Indonesian National Police (Polri) to ensure the security of the area.
The schools were reminded of the need to be mindful when hosting events and their social media posts, so that nothing could be interpreted as provocative or as false news within the current political climate. But all schools were reassured by the Town Management that the KBP area is safe to conduct learning onsite.
Pertemuan Sistem Keamanan dengan Manajemen Kota KBP
Rapat koordinasi antara Tim Keamanan Manajemen Kota KBP dan sekolah-sekolah di area KBP, termasuk CBCS, telah dilaksanakan pagi kemarin. KBP memantau situasi dengan cermat, telah membuat grup WA untuk menyaring berita palsu dari berita yang sudah terverifikasi, dan meyakini bahwa kondisi tetap aman bagi kita untuk melanjutkan pembelajaran tatap muka. KBP juga siap memberikan dukungan keamanan tambahan bila diperlukan, dengan pangkalan militer Angkatan Darat (Pusdikav) yang siaga menghadapi keadaan darurat yang mungkin terjadi.
Selain itu, Bupati KBB juga telah berkoordinasi dengan 36 LSM (dari total 48), pengemudi ojek online (ojol), serta mahasiswa di sekitar KBB, sementara manajemen kota telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk memastikan keamanan wilayah.
Sekolah-sekolah diingatkan untuk berhati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan maupun dalam unggahan media sosial, agar tidak ada yang dapat ditafsirkan sebagai tindakan provokatif atau penyebaran berita palsu di tengah situasi politik saat ini. Namun, seluruh sekolah telah mendapat keyakinan dari Manajemen Kota bahwa area KBP aman untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.


